Desa Rata

Kec. Toili Barat
Kab. Banggai - Sulawesi Tengah

Info
SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA RATA - ERA BARU PELAYANAN BERBASIS DIGITAL UNTUK OPTIMALKAN POTENSI DESA DEMI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Artikel

SEJARAH DESA RATA

IRFAN VIQRHAMSYAH

27 Juli 2025

332 Kali dibuka

Masa Awal: Migrasi di Era Penjajahan

Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, terjadi perpindahan penduduk besar-besaran di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu kelompok migran berasal dari Sulawesi Selatan (Makassar) yang menetap di sebuah wilayah pesisir yang kemudian dinamakan Polewali. Dalam bahasa Bugis, Polewali berarti "datang dari penjuru". Masyarakat awal Polewali yang multietnis ini dipimpin oleh seorang Kapten bernama Bapak Kurase, dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan.

Perpindahan ke Pari

Sebagai masyarakat nelayan yang semi-nomaden, mereka terus berpindah mencari lokasi penangkapan ikan yang lebih produktif. Suatu ketika, mereka menemukan daerah baru yang kaya akan ikan pari, sehingga dinamakan Pari. Wilayah ini kemudian didominasi oleh Suku Bajo. Seiring waktu, terbentuklah struktur kepemimpinan baru dengan gelar Ponggawa (yang dituakan), dengan pemimpin pertama bernama Bapak Mohammad Imbar.

Interaksi dengan Suku Taa

Di daerah pegunungan sekitar Pari, bermukim Suku Taa yang berasal dari Sulawesi Tenggara (Suku Tolaki). Antara Suku Taa (petani) dan Suku Bajo (nelayan) terjalin hubungan erat melalui sistem barter. Hasil pertanian seperti ubi kayu, jagung, beras, dan sayur-mayur ditukar dengan hasil laut. Aktivitas ini melahirkan pasar tradisional yang menjadi cikal bakal interaksi sosial lebih luas.

Pembentukan Desa Rata

Pertambahan penduduk mendorong perluasan permukiman ke lokasi baru yang datar dan strategis. Tempat ini kemudian dinamakan Rata, berasal dari bahasa Taa "Simparata" yang berarti pertemuan. Nama ini mencerminkan karakteristik geografis sekaligus filosofi kehidupan masyarakatnya yang multietnis (Bugis, Bajo, Taa, dan Kendari).

Perkembangan Sistem Pemerintahan

Pada saat itulah nama Kapten dan Ponggawa sebagai pemimpin kelompok diganti dengan nama Kepala Desa. Kepala Desa pertama adalah Bapak Podawu yang berasal dari suku Tolaki/Kendari.

Masa pemerintahannya berakhir sampai beliau wafat, kemudian digantikan oleh Bapak B. Yunus yang memerintah kurang lebih 20 tahun. Saat itu belum ada batasan waktu bagi kepala desa untuk memimpin desanya. 

Selanjutnya, Bapak B. Yunus digantikan oleh menantunya sendiri, yaitu Bapak Andi Patturusi, yang memerintah kurang lebih 3 tahun. Beliau sangat disanjung dan dihormati oleh masyarakat.

Berakhirnya masa pemerintahan Bapak Andi Patturusi karena beliau pulang ke daerah asalnya di Tanah Bugis/Sulawesi Selatan. 

Kemudian dilaksanakan pemilihan Kepala Desa, dan terpilihlah Bapak Andi Tuppu yang memerintah kurang lebih 2 tahun. Beliau diberhentikan oleh Camat Batui atas kehendak masyarakat, yang pada saat itu di Desa Rata masih berada di bawah wilayah Kecamatan Batui, selanjutnya ditunjuk pejabat sementara yaitu Bapak AR. Noor. 

Pada tahun 1985, dilaksanakan pemilihan Kepala Desa dan Bapak M. Sarihi terpilih sebagai Kepala Desa Rata. Beliau memimpin selama 13 tahun, mulai tahun 1985 sampai dengan 1998, Beliau berhenti dari jabatannya karena suatu hal sehingga tidak dapat melanjutkan tugasnya sampai masa jabatan berakhir, Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, diangkatlah pejabat sementara yaitu Bapak Joni Saada. 

Pada tahun 2000, diadakan pemilihan Kepala Desa dan terpilihlah Bapak Udin Mustafa dengan masa jabatan selama 5 tahun. Pada tahun 2005, dilaksanakan kembali pemilihan Kepala Desa Rata untuk periode 2005 sampai 2010, dan Bapak Udin Mustafa terpilih untuk kedua kalinya. 

Pada tahun 2010, kepemimpinan Bapak Udin Mustafa berakhir, kemudian diadakan pemilihan Kepala Desa untuk periode 2010-2016. Yang terpilih sebagai Kepala Desa adalah Bapak Andi Taufik. Pada tahun 2016, dilaksanakan kembali pemilihan Kepala Desa Rata untuk periode 2016-2022, dan Bapak Andi Taufik terpilih kembali. Jabatannya berakhir pada tahun 2022, lalu diadakan pemilihan Kepala Desa untuk periode 2022-2028. Yang terpilih sebagai Kepala Desa Rata adalah Bapak H. Ahmad Ambo Tang.

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

CAPTCHA Image

Komentar Facebook

Aparatur Desa

KEPALA DESA

H.AHMAD AMBO TANG

SEKERTARIS DESA

MASWA

KAUR UMUM DAN PERENCANAAN

ANDI KIKI AMELIA

KAUR KEUANGAN

RAMLI

KASI PEMERINTAHAN

NUR HALIMA A M KASIM

KASI KESEJAHTERAAN

HILDA ANGGRAENI

KEPALA DUSUN 1

SAMSUDDIN

KEPALA DUSUN 2

MARTANI

KEPALA DUSUN 3

JUMADIN

KEPALA DUSUN 4

ABD HARIS

OPERATOR SID

IRFAN VIQRHAMSYAH,S.PD

OP SISKEUDES

JIMMI AVHINK S, ST

KETUA BPD

SAHRUDIN

WAKIL KETUA BPD

SUDIRMAN

SEKERTARIS BPD

IRMAWATI

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Rata

Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

AnggaranRealisasi
Rp 802.053.439,00Rp 401.026.719,00

Belanja

AnggaranRealisasi
Rp 842.397.171,00Rp 421.198.585,00

APBDes 2026 Pendapatan

Lain-lain Pendapatan Asli Desa

AnggaranRealisasi
Rp 818.239,00Rp 409.119,00

Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 263.051.000,00Rp 131.525.500,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

AnggaranRealisasi
Rp 58.968.700,00Rp 29.484.350,00

Alokasi Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 479.215.500,00Rp 239.607.750,00

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 602.605.028,00Rp 301.302.514,00

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 208.254.000,00Rp 104.127.000,00

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 11.738.143,00Rp 5.869.071,00

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

AnggaranRealisasi
Rp 19.800.000,00Rp 9.900.000,00

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-1.6080042077139194
Longitude:122.1308941929834

Desa Rata, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai - Sulawesi Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa