WARGA DESA RATA GELAR AKSI DAMAI DI DEPAN KANTOR CAMAT TOILI BARAT TERKAIT SENGKETA LAHAN
TOILI BARAT — Puluhan perwakilan warga Desa Rata menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Camat Toili Barat pada Rabu pagi 03 Juni 2026. Kedatangan massa ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi serta menuntut penyelesaian yang adil atas sengketa lahan batas wilayah yang melibatkan desa mereka dengan Desa Pasirlamba. Sejak pukul 09.00 WITA, warga mulai berkumpul dengan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan konflik yang telah berlangsung cukup lama ini.
Meskipun melibatkan massa dalam jumlah yang cukup besar, jalannya aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan sangat tertib. Pihak koordinator lapangan berulang kali mengimbau massa aksi melalui pengeras suara agar tetap menjaga kondusifitas dan tidak terpancing provokasi. Sepanjang orasi berlangsung, tidak ada tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum; warga memilih menyampaikan poin-poin keberatan mereka secara lugas namun tetap menghormati aturan hukum yang berlaku.
Inti dari tuntutan yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat Desa Rata adalah kejelasan legalitas hukum dan batas administratif wilayah yang dianggap tumpang tindih dengan Desa Pasirlamba. Warga menilai, ketidakpastian batas tanah ini kerap memicu rasa was-was di tingkat tapak, terutama bagi para petani yang menggarap lahan di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, mereka mendesak pihak kecamatan dan instansi terkait untuk segera melakukan mediasi ulang secara transparan dengan melibatkan dokumen-dokumen agraria yang sah.
Merespons aksi tersebut, jajaran Pemerintah Kecamatan Toili Barat langsung menerima perwakilan warga untuk melakukan audiensi di dalam aula kantor camat. Pihak kecamatan menyambut baik cara penyampaian aspirasi warga Desa Rata yang dinilai sangat dewasa dan kooperatif. Dalam pertemuan tersebut, pihak camat berjanji akan segera mengoordinasikan masalah ini ke tingkat kabupaten serta menjadwalkan pertemuan formal antara tokoh masyarakat kedua belah desa dalam waktu dekat guna mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Setelah perwakilan mereka selesai melakukan audiensi dan mendapatkan komitmen tertulis dari pihak pemerintah kecamatan, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara teratur pada siang hari. Aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri yang mengawal jalannya aksi memberikan apresiasi tinggi atas sikap kooperatif warga Desa Rata yang berhasil menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga akhir kegiatan. Kasus sengketa ini kini diharapkan dapat segera selesai di meja perundingan tanpa harus mengorbankan hubungan persaudaraan antarwarga desa.
Kirim Komentar